Voltaks.com – Cabang olahraga bola voli putra SEA Games 2025 akan berlangsung pada 13–19 Desember 2025 di Huamark Indoor Stadium, Bangkok. Berdasarkan jadwal resmi yang tercantum dalam dokumen pertandingan (foto Competition Schedule yang dirilis panitia), Tim Nasional Voli Putra Indonesia dipastikan tergabung dalam Pool B bersama Myanmar, Filipina, dan Kamboja.

Berbicara tentang voli SEA Games, Timnas Voli Putra Indonesia memiliki catatan yang mentereng. Pada tiga edisi sebelumnya yaitu pada SEA Games 2019, 2021, dan 2023, skuad Merah Putih berhasil membawa pulang emas.
Maka dari itu, tidak heran jika volimania berharap tim berjuluk Raja Voli ASEAN ini kembali meraih medali emas.
Indonesia akan menjalani tiga pertandingan penting pada babak penyisihan grup yang sepenuhnya digelar di venue utama. Hasil dari babak grup ini akan menentukan posisi Indonesia menuju semifinal.
🇮🇩 Jadwal Lengkap Timnas Voli Putra Indonesia – SEA Games 2025
📍 Sabtu, 13 Desember 2025
Indonesia vs Kamboja
⏰ 10:00 WIB
🏟 Huamark Indoor Stadium
📌 Match No. 1 – Pool B
📍 Senin, 15 Desember 2025
Indonesia vs Myanmar
⏰ 10:00 WIB
🏟 Huamark Indoor Stadium
📌 Match No. 7 – Pool B
📍 Selasa, 16 Desember 2025
Indonesia vs Filipina
⏰ 12:30 WIB
🏟 Huamark Indoor Stadium
📌 Match No. 10 – Pool B
🔀 Jalur ke Semifinal
Dua tim terbaik dari masing-masing grup akan melaju ke semifinal, sementara peringkat ketiga dan keempat akan bertanding dalam klasifikasi peringkat 5–8.
📅 Kamis, 18 Desember 2025 – Semifinal
- Jika Indonesia finis 1B:
➜ Semifinal 1–4 pukul 15:00 (1B vs 2A) - Jika Indonesia finis 2B:
➜ Semifinal 1–4 pukul 17:30 (1A vs 2B) - Jika Indonesia finis 3B:
➜ Semifinal 5–8 pukul 10:00 (3B vs 4A) - Jika Indonesia finis 4B:
➜ Semifinal 5–8 pukul 12:30 (3A vs 4B)
🏅 Perebutan Medali – Jumat, 19 Desember 2025
- 10:00 – Peringkat 7–8
- 12:30 – Peringkat 5–6
- 15:00 – Perebutan Perunggu
- 17:30 – Final Bola Voli Putra
Upacara penghargaan akan dilakukan setelah partai final.

🔥 Misi Merah Putih
Timnas putra Indonesia datang dengan ambisi tinggi untuk kembali bersaing memperebutkan medali emas. Dengan kekuatan pemain yang sebagian besar tampil dominan di Proliga, Indonesia berupaya menjaga konsistensi dan menunjukkan kualitas terbaik di pentas Asia Tenggara.
Perjalanan Indonesia dipastikan tidak mudah, mengingat Filipina, Myanmar, hingga Kamboja menunjukkan perkembangan tajam dalam dua tahun terakhir.




